Peran Pusat
Informasi dan Konseling (PIK) dalam Pengendalian
Jumlah Penduduk
dan Tenaga Kerja
Berbicara
masalah kependudukan dan ketenagakerjaan terlihat begitu luas. Oleh karena itu
penulis akan membatasi pokok pembahasan, yaitu mengenai pengendalian jumlah
penduduk melalui Pusat Informasi dan Konseling. Tulisan ini berdasarkan
pengalaman penulis di lapangan saat menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa
Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah dari
tanggal 3 Maret sampai 15 April 2015. KKN yang diikuti penulis saat itu adalah
KKN tematik POSDAYA berbasis masjid.
Untuk
mengendalikan jumlah penduduk dan untuk mendapatkan tenaga kerja yang
profesional hal yang pertama harus dibangun adalah kualitas sumberdaya
manusianya. Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi anggota PIK SAHAJASA
(Pusat Informasi dan Konseling Sahabat Remaja Salatiga). Penulis menerapkan
program GenRe (Generasi Berencana) yaitu dengan melakukan bimbingan konseling
pada remaja setempat. Materi yang diberikan berupa motivasi, materi tentang
pendewasaan usia perkawinan, pembekalan berupa keterampilan hidup, cara
mengelola emosi dan spiritual, serta renungan.
Berikut
penulis akan menguraikan beberapa materi yang telah penulis sampaikan pada
masyarakat:
Acara konseling penulis adakan pada hari Minggu 29 Maret 2015
dengan dibantu rekan-rekan kelompok KKN. Penulis mengundang remaja setempat
untuk jalan-jalan pagi. Di pagi hari yang masih segar para remaja diajak untuk
berolahraga terlebih dahulu. Setelah itu para remaja diberi motivasi yaitu
bagaimana mengenal dirinya sendiri, mengenali kelebihan dan kelemahannya,
berbagi pengalaman bagaimana mengisi masa muda, bagaimana menentukan tujuan
masa depan dan cara mencapainya, serta mengadakan renungan.
Untuk mengenali diri sendiri penulis menyuruh para remaja untuk
menuliskan hal-hal yang disukainya dan hal-hal yang tidak disukai. Kemudian
penulis menerangkan bahwa apa yang menjadi kegemarannya adalah kelebihannya dan
harus dimaksimalkan. Untuk hal-hal yang tidak disukainya adalah hal-hal yang
perlu diperbaiki, dan jangan fokus pada kelemahan tetapi fokuslah pada
memperbaiki diri dan memaksimalkan potensi.
Selanjutnya penulis berbagi pengalaman tentang bagaimana mengisi
masa muda. Poin yang pertama adalah memperluas pergaulan. “Silahkan bergaul
dengan siapa saja. Dalam bergaul kalian sudah dewasa tentunya bisa membedakan
mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan sampai terwarnai tapi kalian harus
bisa memberi warna.” Poin yang kedua adalah menjaga sikap. “Untuk mengubah
dunia, hal yang kita harus rubah adalah cara berfikir kita. Tanamkan pola pikir
sukses, bermanfaat bagi sesama, mengangkat derajad orang tua, dan selalu
berproses menjadi orang yang lebih baik. Sikap yang baik salah satunya adalah
selalu semangat. Penulis mengajak para remaja untuk membedakan cara berjalannya
seorang dosen dan seorang pengemis. Cara kita bersikap akan mempengaruhi cara
berpikir kita.” Poin yang ketiaga adalah menjaga ucapan. “Berkatalah yang baik
atau diam. Mulut teko hanya akan mengeluarka isi yang ada di dalam teko.
Mulailah mengucapkan kata-kata yang positif dan tinggalkan kata-kata negatif.
Kita bangun diri mulai dari hal-hal terkecil dan mulai dari sekarang.” Poin
keempat adalah menumbuhkan minat baca. Penulis dan rekan-rekan KKN tidak hanya
memberikan teori dan motivasi tetapi juga memberikan solusi yaitu dengan
mendirikan Taman Baca Masyarat (TBM). Penulis dan rekan-rekan KKN meminta
bantuan buku dari berbagai pihak. Setelah terbentuk TBM kemudian dibentuk
kepengurusan TBM.
Selanjutnya adalah bagaimana menentukan tujuan masa depan dan cara
mencapainya. “Jangan takut bermimpi. Mimpilah setinggi langit kalaupun harus
terjatuh setidaknya masih di atas awan. Tuliskan mimpi-mimpi kalian. Sesuatu
yang divisualisasikan akan mendekatnyan pada kenyataan. Buat mind mapmengenai
mimpi-mimpi kalian dan cara mencapainya, pasang target: harian, mingguan,
bulanan, tahunan, dan seterusnya. Buat tujuan sejelas-jelasnya.”
Acara yang terakhir adalah dengan mengadakan renungan. Renungannya
berupa jasa-jasa orang tua terhadap anaknya, cara berbakti seorang anak pada
orang tua, contoh kedurhakaan anak pada orang tua, apa yang terjadi seandainya
orang tua telah tiada, dan penyadaran kembali karena itu hanya sebatas mimpi
karena kita masih punya kesempatan untuk berbakti pada orang tua. Berdasarkan
pengamatan penulis semua peserta menangis, hal ini menandakan hati nurani para
remaja masih hidup dan siap menjadi generasi yang selalu memperbaiki diri.
Mengenai materi pendewasaan usia
perkawinan penulis sisipkan di berbagai kegiatan sehingga sifatnya kondisional.
Misal saat TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), jalan-jalan santai, dan curhat(curahan
hati). Penulis dan rekan-rekan KKN menempatkan diri sebagai teman sehingga para
remaja bisa menjadi terbuka dan bimbingan konselingpun dapat berjalan dengan
santai.
Selain
remaja yang menjadi objek peningkatan kualitas sumberdaya manusia orang tua
juga dilibatkan dan diberikan bekal untuk mendidik putra putri mereka. Materi
ini penulis sampaikan pada acara PKK dan pengajian. Materi yang penulis dan
rekan-rekan KKN sampaikan diantaranya adalah cara membangun komunikasi dengan
anak, pergaulan remaja melalui dunia maya, dan memberikan keterampilan dengan
memanfaatkan potensi lokal. Keterampilan yang diberikan berupa cara pengolahan
jamu dan pembuatan kerupuuk. Sehingga diharapkan orang tua dan anaknya bisa
menjadi pengusaha.
Tidak
kalah penting yang perlu dibekalkan pada remaja dan orang tua adalah aspek
spiritual. Dengan adanya kecerdasan spiritual, seseorang akan merasa dekat
dengan Tuhannya, sehingga perilakunya senantiasa terkendali. Pembinaan yang
penulis dan rekan-rekan KKN tidak berhenti sampai habisnya masa KKN tetapi
terus berlanjut sehingga menjadi desa binaan.
Untuk
memecahkan masalah kependudukan dan ketenagakerjaan secara nasional memang
tidaklah mudah. Akan tetapi dari aksi-aksi kecil kita bisa berkontribusi dalam
pembangunan negara.
Bermain bersama remaja Desa Rogomulyo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
Semarang
Pemberian materi motivasi dan renunungan
Jalan-jalan pagi
acara pemberdayaan ekonomi masyarakat
Rekan-rekan KKN IAIN Salatiga
Membaca bersama di Taman Baca Masyarakat
Pengajian yang disisipi materi pendidikan anak
Anjangsana ke rumah warga disambung dengan diskusi
sejauh ini bagaimana peran PIK bagi mahasiswa?
BalasHapuskhusus untuk PIK mahasiswa, para pengelolanya sudah mempunyai program tersendiri misalnya di PIK IAIN Salatiga mengadakan program seminar pendewasaan usia perkawinan, melayani bimbingan konseling, dan lain-lain
BalasHapus