Minggu, 26 April 2015

Peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) dalam Pengendalian Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja



Peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) dalam Pengendalian
Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja

Berbicara masalah kependudukan dan ketenagakerjaan terlihat begitu luas. Oleh karena itu penulis akan membatasi pokok pembahasan, yaitu mengenai pengendalian jumlah penduduk melalui Pusat Informasi dan Konseling. Tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis di lapangan saat menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 3 Maret sampai 15 April 2015. KKN yang diikuti penulis saat itu adalah KKN tematik POSDAYA berbasis masjid.
Untuk mengendalikan jumlah penduduk dan untuk mendapatkan tenaga kerja yang profesional hal yang pertama harus dibangun adalah kualitas sumberdaya manusianya. Berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi anggota PIK SAHAJASA (Pusat Informasi dan Konseling Sahabat Remaja Salatiga). Penulis menerapkan program GenRe (Generasi Berencana) yaitu dengan melakukan bimbingan konseling pada remaja setempat. Materi yang diberikan berupa motivasi, materi tentang pendewasaan usia perkawinan, pembekalan berupa keterampilan hidup, cara mengelola emosi dan spiritual, serta renungan.
Berikut penulis akan menguraikan beberapa materi yang telah penulis sampaikan pada masyarakat:
Acara konseling penulis adakan pada hari Minggu 29 Maret 2015 dengan dibantu rekan-rekan kelompok KKN. Penulis mengundang remaja setempat untuk jalan-jalan pagi. Di pagi hari yang masih segar para remaja diajak untuk berolahraga terlebih dahulu. Setelah itu para remaja diberi motivasi yaitu bagaimana mengenal dirinya sendiri, mengenali kelebihan dan kelemahannya, berbagi pengalaman bagaimana mengisi masa muda, bagaimana menentukan tujuan masa depan dan cara mencapainya, serta mengadakan renungan.
Untuk mengenali diri sendiri penulis menyuruh para remaja untuk menuliskan hal-hal yang disukainya dan hal-hal yang tidak disukai. Kemudian penulis menerangkan bahwa apa yang menjadi kegemarannya adalah kelebihannya dan harus dimaksimalkan. Untuk hal-hal yang tidak disukainya adalah hal-hal yang perlu diperbaiki, dan jangan fokus pada kelemahan tetapi fokuslah pada memperbaiki diri dan memaksimalkan potensi.
Selanjutnya penulis berbagi pengalaman tentang bagaimana mengisi masa muda. Poin yang pertama adalah memperluas pergaulan. “Silahkan bergaul dengan siapa saja. Dalam bergaul kalian sudah dewasa tentunya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan sampai terwarnai tapi kalian harus bisa memberi warna.” Poin yang kedua adalah menjaga sikap. “Untuk mengubah dunia, hal yang kita harus rubah adalah cara berfikir kita. Tanamkan pola pikir sukses, bermanfaat bagi sesama, mengangkat derajad orang tua, dan selalu berproses menjadi orang yang lebih baik. Sikap yang baik salah satunya adalah selalu semangat. Penulis mengajak para remaja untuk membedakan cara berjalannya seorang dosen dan seorang pengemis. Cara kita bersikap akan mempengaruhi cara berpikir kita.” Poin yang ketiaga adalah menjaga ucapan. “Berkatalah yang baik atau diam. Mulut teko hanya akan mengeluarka isi yang ada di dalam teko. Mulailah mengucapkan kata-kata yang positif dan tinggalkan kata-kata negatif. Kita bangun diri mulai dari hal-hal terkecil dan mulai dari sekarang.” Poin keempat adalah menumbuhkan minat baca. Penulis dan rekan-rekan KKN tidak hanya memberikan teori dan motivasi tetapi juga memberikan solusi yaitu dengan mendirikan Taman Baca Masyarat (TBM). Penulis dan rekan-rekan KKN meminta bantuan buku dari berbagai pihak. Setelah terbentuk TBM kemudian dibentuk kepengurusan TBM.
Selanjutnya adalah bagaimana menentukan tujuan masa depan dan cara mencapainya. “Jangan takut bermimpi. Mimpilah setinggi langit kalaupun harus terjatuh setidaknya masih di atas awan. Tuliskan mimpi-mimpi kalian. Sesuatu yang divisualisasikan akan mendekatnyan pada kenyataan. Buat mind mapmengenai mimpi-mimpi kalian dan cara mencapainya, pasang target: harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan seterusnya. Buat tujuan sejelas-jelasnya.”
Acara yang terakhir adalah dengan mengadakan renungan. Renungannya berupa jasa-jasa orang tua terhadap anaknya, cara berbakti seorang anak pada orang tua, contoh kedurhakaan anak pada orang tua, apa yang terjadi seandainya orang tua telah tiada, dan penyadaran kembali karena itu hanya sebatas mimpi karena kita masih punya kesempatan untuk berbakti pada orang tua. Berdasarkan pengamatan penulis semua peserta menangis, hal ini menandakan hati nurani para remaja masih hidup dan siap menjadi generasi yang selalu memperbaiki diri.
            Mengenai materi pendewasaan usia perkawinan penulis sisipkan di berbagai kegiatan sehingga sifatnya kondisional. Misal saat TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), jalan-jalan santai, dan curhat(curahan hati). Penulis dan rekan-rekan KKN menempatkan diri sebagai teman sehingga para remaja bisa menjadi terbuka dan bimbingan konselingpun dapat berjalan dengan santai.
Selain remaja yang menjadi objek peningkatan kualitas sumberdaya manusia orang tua juga dilibatkan dan diberikan bekal untuk mendidik putra putri mereka. Materi ini penulis sampaikan pada acara PKK dan pengajian. Materi yang penulis dan rekan-rekan KKN sampaikan diantaranya adalah cara membangun komunikasi dengan anak, pergaulan remaja melalui dunia maya, dan memberikan keterampilan dengan memanfaatkan potensi lokal. Keterampilan yang diberikan berupa cara pengolahan jamu dan pembuatan kerupuuk. Sehingga diharapkan orang tua dan anaknya bisa menjadi pengusaha.
Tidak kalah penting yang perlu dibekalkan pada remaja dan orang tua adalah aspek spiritual. Dengan adanya kecerdasan spiritual, seseorang akan merasa dekat dengan Tuhannya, sehingga perilakunya senantiasa terkendali. Pembinaan yang penulis dan rekan-rekan KKN tidak berhenti sampai habisnya masa KKN tetapi terus berlanjut sehingga menjadi desa binaan.
Untuk memecahkan masalah kependudukan dan ketenagakerjaan secara nasional memang tidaklah mudah. Akan tetapi dari aksi-aksi kecil kita bisa berkontribusi dalam pembangunan negara.


Bermain bersama remaja Desa Rogomulyo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang

Pemberian materi motivasi dan renunungan

Jalan-jalan pagi


acara pemberdayaan ekonomi masyarakat
Rekan-rekan KKN IAIN Salatiga

Membaca bersama di Taman Baca Masyarakat


Pengajian yang disisipi materi pendidikan anak

Anjangsana ke rumah warga disambung dengan diskusi

2 komentar:

  1. sejauh ini bagaimana peran PIK bagi mahasiswa?

    BalasHapus
  2. khusus untuk PIK mahasiswa, para pengelolanya sudah mempunyai program tersendiri misalnya di PIK IAIN Salatiga mengadakan program seminar pendewasaan usia perkawinan, melayani bimbingan konseling, dan lain-lain

    BalasHapus