Jumat, 29 Mei 2015

Memaksimalkan Bonus Demografi



Memaksimalkan Bonus Demografi

Bonus demografi merupakan sebuah kondisi dimana sebuah daerah atau negara yang memiliki jumlah penduduk umur produktif sangat besar, sementara usia muda sedikit dan usia lanjut belum banyak. Salah satu penyebab adanya bonus demografi adalah keberhasilan program KB (Keluarga Berencana) pada tahun 1970. Melimpahnya penduduk usia produktif akan berdampak positif apabila dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk. Akan tetapi, juga akan berdampak negatif apabila kedatangannya tidak dipersiapkan.
Untuk memaksimalkan bonus demografi penulis merumuskan dua solusi yaitu:
1.      Sumber daya manusia yang berkualitas
Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Pandidikan tidak hanya sebatas pendidikan formal di sekolah tetapi, ada pendidikan non formal dan informal. Misalnya mengikuti kursus keterampilan menjahit, komputer, bengkel, dan lain-lain. Belajar di TBM (Taman Baca Masyarakat) juga dapat dijadikan solusi. Memaksimalkan penggunaan internet misalnya untuk mendownload e-book, mencari lowongan kerja, dan mencari relasi sebanyak-banyaknya.
2.      Dapat terserapnya sumber daya manusia yang berkualitas di pasar kerja
Sumber daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang mampu bekerja secara profesional. Oleh karena itu, masyarakat harus dibekali keterampilan. Penulis mengambil contoh dari suatu desa yaitu Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakatnya mampu mengubah desa tertinggal menjadi rintisan desa pariwisata dan ekonomi kreatif. Adanya inisiatif dari kaum muda untuk memaksimalkan potensi lokal yaitu adanya tradisi  bersih desa dengan mengadakan pergelaran wayang setiap tahunnya bisa dijadikan daya tarik wisata. Tradisi lain yang dijadikan daya tarik wisata adalah nydran (ziarah ke setiap makan di desa menjelang bulan Ramadhan), dawuhan (ritual minta hujan yang diadakan di salah satu bukit), dan nawu kali (menguras semua sungai yang ada di desa). Adapula keseniannya yaitu reog, rebana, campur sari, dan dangdut. Untuk ekonomi kreatifnya setiap warga mempunyai keterampilan yang berbeda-beda dalam hal kuliner antara lain marning, bakpia, kripik singkong, kripik pisang, krupuk, dan lain-lain. Di salah satu dusun yaitu Dusun Sipenggung terdapat kelompok tani wanita yang memberikan keterampian bagaimana bercocok tanam, mengolah produk, dan memasarkannya.
Bertepatan dengan pendataan keluarga Provinsi Jawa Tengah dimana penulis juga terlibat sebagai orang yang melakukan sensus. Pendataan demografi keluarga meliputi: KKI (komputerisasi), NIK (Nomor Induk Keluarga), nama individu keluarga, tanggal lahir, umur, hubungan dengan keluarga, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, status kawin, kepemilikan tempat tinggal, kepemilikan akte kelahiran, kepemilikan KTP. Data keluarga berencana meliputi: Pasangan Usia Subur (PUS); peserta KB menurut tempat pelayanan (pemerintah dan swasta), jenis (modern dan atau tradisional) dan waktu memakai alokon terakhir; bukan peserta KB, yang berstatus: hamil, ingin anak segera, ingin anak ditunda, tidak ingin anak lagi. Dan data tahapan keluarga sejahtera meliputi: indikator tahapan keluarga sejahtera dan tahapan kelurga sejahtera.
Tujuan umum diselenggarakannya pendataan keluarga adalah tersedianya data keluarga by name by addres untuk dipergunakan dalam penetapan sasaran, dan optimalisasi operasional program pembangunan KKBPK, serta berbagai program pembangunan lainnya. Adapun tujuan khususnya adalah tersedianya database demografi keluarga di setiap tingkatan wilayah, tersedianya database keluarga berencana di setiap tingkatan wilayah, dan tersedianya database keluarga menurut tahapan keluarga sejahtera di setiap tingkatan wilayah.
            Semoga dengan adanya bonus demografi ini, Indonesia bisa menjadi lebih maju.