Memaksimalkan
Bonus Demografi
Bonus
demografi merupakan sebuah kondisi dimana sebuah daerah atau negara yang
memiliki jumlah penduduk umur produktif sangat besar, sementara usia muda
sedikit dan usia lanjut belum banyak. Salah satu penyebab adanya bonus demografi
adalah keberhasilan program KB (Keluarga Berencana) pada tahun 1970.
Melimpahnya penduduk usia produktif akan berdampak positif apabila dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk. Akan tetapi, juga
akan berdampak negatif apabila kedatangannya tidak dipersiapkan.
Untuk
memaksimalkan bonus demografi penulis merumuskan dua solusi yaitu:
1.
Sumber
daya manusia yang berkualitas
Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan.
Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan adalah langkah awal yang perlu
dilakukan. Pandidikan tidak hanya sebatas pendidikan formal di sekolah tetapi,
ada pendidikan non formal dan informal. Misalnya mengikuti kursus keterampilan
menjahit, komputer, bengkel, dan lain-lain. Belajar di TBM (Taman Baca
Masyarakat) juga dapat dijadikan solusi. Memaksimalkan penggunaan internet
misalnya untuk mendownload e-book, mencari lowongan kerja, dan
mencari relasi sebanyak-banyaknya.
2.
Dapat
terserapnya sumber daya manusia yang berkualitas di pasar kerja
Sumber
daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang mampu bekerja secara
profesional. Oleh karena itu, masyarakat harus dibekali keterampilan. Penulis
mengambil contoh dari suatu desa yaitu Desa Kemetul, Kecamatan Susukan,
Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakatnya mampu mengubah desa
tertinggal menjadi rintisan desa pariwisata dan ekonomi kreatif. Adanya
inisiatif dari kaum muda untuk memaksimalkan potensi lokal yaitu adanya
tradisi bersih desa dengan mengadakan
pergelaran wayang setiap tahunnya bisa dijadikan daya tarik wisata. Tradisi
lain yang dijadikan daya tarik wisata adalah nydran (ziarah ke setiap
makan di desa menjelang bulan Ramadhan), dawuhan (ritual minta hujan
yang diadakan di salah satu bukit), dan nawu kali (menguras semua sungai
yang ada di desa). Adapula keseniannya yaitu reog, rebana, campur sari, dan
dangdut. Untuk ekonomi kreatifnya setiap warga mempunyai keterampilan yang
berbeda-beda dalam hal kuliner antara lain marning, bakpia, kripik singkong,
kripik pisang, krupuk, dan lain-lain. Di salah satu dusun yaitu Dusun
Sipenggung terdapat kelompok tani wanita yang memberikan keterampian bagaimana
bercocok tanam, mengolah produk, dan memasarkannya.
Bertepatan
dengan pendataan keluarga Provinsi Jawa Tengah dimana penulis juga terlibat
sebagai orang yang melakukan sensus. Pendataan demografi keluarga meliputi: KKI
(komputerisasi), NIK (Nomor Induk Keluarga), nama individu keluarga, tanggal
lahir, umur, hubungan dengan keluarga, jenis kelamin, agama, pendidikan,
pekerjaan, status kawin, kepemilikan tempat tinggal, kepemilikan akte
kelahiran, kepemilikan KTP. Data keluarga berencana meliputi: Pasangan Usia
Subur (PUS); peserta KB menurut tempat pelayanan (pemerintah dan swasta), jenis
(modern dan atau tradisional) dan waktu memakai alokon terakhir; bukan peserta
KB, yang berstatus: hamil, ingin anak segera, ingin anak ditunda, tidak ingin
anak lagi. Dan data tahapan keluarga sejahtera meliputi: indikator tahapan
keluarga sejahtera dan tahapan kelurga sejahtera.
Tujuan
umum diselenggarakannya pendataan keluarga adalah tersedianya data keluarga by
name by addres untuk dipergunakan dalam penetapan sasaran, dan optimalisasi
operasional program pembangunan KKBPK, serta berbagai program pembangunan
lainnya. Adapun tujuan khususnya adalah tersedianya database demografi keluarga
di setiap tingkatan wilayah, tersedianya database keluarga berencana di setiap
tingkatan wilayah, dan tersedianya database keluarga menurut tahapan keluarga
sejahtera di setiap tingkatan wilayah.
Semoga
dengan adanya bonus demografi ini, Indonesia bisa menjadi lebih maju.